Directed By: Chris Wedge
Cast: Amanda Seyfried, Jason Sudeikis, Colin
Farrell, Josh Hutcherson, Aziz Ansari, Steven Tyler, Beyonce Knowles,
Pitbull, Christoph Waltz
Synopsis:
Setelah ibunya meninggal, seorang gadis bernama MK pindah tinggal di
rumah sang ayah yang sudah lama tidak ditemuinya. Sama halnya dengan
sang ibu, MK merasa ayahnya kurang perhatian dan hanya mengejar
obsesinya menemukan para leafman, manusia- manusia mini yang menjaga
kelestarian hutan.
MK yang awalnya tidak percaya mau tidak mau harus merubah pendapatnya
setelah dirinya secara ajaib masuk ke dunia para leafman. MK pun
terlibat peperangan antara leafman dan para Boggan.
Review:
Jika ada film yang trailernya bisa menipu mungkin Epic salah satunya.
Trailernya yang kerap diputar di bioskop tanah air sama sekali tidak
memikat minat saya untuk menonton. Lagu theme song yang terlalu boring
dan adegan yang sepertinya dipaksakan keindahannya menjadi alasan
terkuat. Namun ternyata semua di luar dugaan. Film ini cukup menarik
untuk disaksikan.
Adalah Chris Wedge, orang di balik kesuksesan franchise Ice Age yang
membuat Blue Sky Studios menjadi salah satu studio animasi sukses. Wedge
kali ini mengangkat kisah rekaan William Joyce yang sudah cukup
terkenal, The Leaf Men and The Brave Good Bugs.
Jika film animasi sekarang kerap memilih tema yang agak dewasa, dalam
arti cerita yang rumit, Wedge lebih memilih mengangkat cerita yang
sederhana dan mudah dicerna oleh anak- anak. Sebenarnya kisah semacam
ini sudah kerap diangkat di berbagai kisah fantasi; tentang manusia yang
tidak menyangka ada satu dunia lain yang tinggal berdampingan dengan
dunianya dan mau tidak mau ikut ambil bagian penting dalam dunia
tersebut. Sebut saja film semacam serial Harry Potter, The Chronicles of
Narnia, dan Arthur and The Minimoys.
Salah satu faktor kuat dari film ini adalah jajaran pengisi suara
yang kompeten. Selain bintang- bintang top lintas genereasi macam Josh
Hutcherson, Amanda Seyfried, Colin Farrell, dan Christoph Waltz, film
ini turut didukung oleh biduan- biduan ngetop di jajaran pengisi
suaranya. Sebut saja penyani R&B Beyonce Knowles, rapper Pitbull,
serta Rocker gaek Steven Tyler. Hampir keseluruah pengisi suara
menyuarakan perannya dengan pas. Bahkan chemistry antara satu karakter
dan lainnya pun terasa cukup kuat. Di antara semua pengisi suara, saya
paling terkesan dengan Waltz dan Tyler yang menurut saya paling menonjol
dan pas dengan karakter yang dibawakannya.
Sayangnya, mungkin dikarenakan film ini memilih cerita yang mudah
diterima anak- anak, bagi penonton dewasa dengan mudah dapat melihat
plothole yang bertebaran di sana- sini. Seperti ketidakkonsistenan dalam
hal penggambaran mahluk fantasi yang bisa bergerak lebih cepat
dibandingkan mahluk alam lainnya. Namun bagi saya pribadi plothole itu
masih bisa dimaklumi mengingat target audiens yang untuk anak- anak.
Setidaknya adegan- adegan lagapun dibuat cukup seru.
Akhir kata sebagai sebuah tontonan keluarga yang ringan, Epic bisa
dijadikan pilihan. Penggabungan antara kisah Arthur and The Minimoys,
Avatar, Honey, I Shrunk The Kids, serta The Lord of The Rings saga
membuat kisah animasi ini terasa cukup epik.




No comments:
Post a Comment