By : Daniel Effendie
Directed By: Todd Phillips
Cast: Bradley Cooper, Ed Helms, Zach Galifianakis,
Justin Bartha, Ken Jeong, John Goodman, Melissa McCarthy, Jeffrey
Tambor, Heather Graham, Mike Epps, Jamie Chung
Synopsis:
Di tengah perjalanan untuk mengobati “penyakit”
Alan, mobil yang ditumpangi The Wolfpack diserang oleh sekelompok orang
tak dikenal. Ternyata mereka adalah utusan seorang gangster bernama
Marshall yang mecari Mr. Chow, gangster cina yang kerap berpetualang
dengan The Wolfpack. Mr. Chow telah mencuri emas senilai 21 juta dollar
dari Marshall. Marshallpun menculik Doug sebagai jaminan dan
memerintahkan Stu, Phil, dan Alan untuk mencari Mr. Chow sebelum batas
waktu yang ditentukan berakhir dan Marshall membunuh Doug.
Review:
Di dalam dunia hiburan terkenal dengan istilah trilogy. Trilogy bisa
diartikan sebagai 3 buah cerita yang saling berkoneksi dan dapat
dinikmati baik secara individu maupun secara kesatuan cerita. Meskipun
sebenarnya masih ada tetralogy, pentalogy, hexalogy, dsb., namun pada
kenyataannya sebuah karya seni memiliki suatu pride tersendiri jika bisa
dibuat sampai menjadi trilogi. Beberapa film sudah dipersiapkan menjadi
trilogy. Biasanya film- film yang diadaptasi dari suatu franchise yang
sudah terkenal dan sudah memiliki fanbase yang luas, seperti adaptasi
komik, game, mainan, maupun novel. Namun ada juga film yang dijadikan
trilogy dikarenakan pendapatan dan respond untuk film pertamanya cukup
baik. Biasanya film yang memiliki alasan terakhir, pihak produksi
ataupun sineasnya sudah sering berkoar kalau niatan trilogy sudah ada
dibenaknya sebelum film pertama dirilis. Yah, apalagi kalau bukan karena
alasan pride.
Mengikuti trend tersebut, sebuah film komedi dewasa yang menjelma
menjadi kuda hitam di tahun 2009 ikut dilengkapi menjadi sebuah trilogy.
Isu pun sudah digembar- gemborkan bahwa film ketiganya ini akan menjadi
penutup kisah petualangan 4 orang sahabat tersebut. Jadi apakah betul
film ini merupakan film penutup? Anda bisa menemukan jawabannya di after
credit scene. FYI, sangat sedikit sineas atau rumah produksi yang mau
menamatkan franchise yang mampu menambah pundi- pundi emasnya. Biasanya
akan diselipkan satu- dua adegan yang mengindikasikan kemungkinan adanya
sekuel. Ya minimal spin- off.
Apa sih yang menjadi ciri khas The Hangover franchise atau yang
disebut juga sebagai wolfpack series ini? Kisah yang memiliki template
kurang lebih; sekelompok orang terbangun di pagi hari dan sama sekali
lupa apa yang dilakukan malam sebelumnya. Hanya beberapa barang yang
mereka temukan di kantong celana masing- masing yang bisa memberikan
petunjuk apa yang terjadi semalam. Lalu kisah akan selanjutnya film akan
menampilkan adegan- adegan komedi dewasa yang cenderung jorok dan
sensual. Filmpun akan menjelma menjadi gabungan antara komedi dan cerita
khas detektif. Poin- poin ini nampaknya luput di installment ketiganya.
Mungkin dengan maksud mengambil tema berbeda, justru menjadikan The
Hangover Part III nampak bukan seperti film The Hangover. Tidak ada
adegan hangover (kejadian baru sadar setelah mabuk parah dan lupa dengan
kejadian sebelumnya) di film ini.
Joke- joke pun terasa basi. Bahkan cenderung garing dan tidak lucu.
Adegan yang melibatkan Zach Galifianakis dan Ken Jeong, yang merupakan
center of attention franchise ini, tidak senatural dan sememorable
pendahulunya. Filmpun menjadi lebih sopan dengan minimnya adegan- adegan
dewasa yang menjadi ciri khasnya.
Additional cast yang menampilkan Melissa McCarthy dan John Goodman
sepertinya tidak menambah kesan apa- apa. Beda dengan penampilan Mike
Tyson di film pertama yang cukup memorable.
Overall, film ini merupakan film terburuk dari franchise The
Hangover. Jika anda menilai film keduanya sudah parah, lebih baik
menjauhi film ini. Sepertinya Todd Phillips harus menampilkan sebuah
breakthrough apabila nantinya dibuatkan sekuelnya lagi. Jadikan dua buah
sekuel tersebut menjadi sebuah pelajaran. Jika sekuel pertama dinilai
hanya mengulang apa yang ada di film pertamanya, sekuel kedua ini
menggunakan breakthrough yang sama sekali parah bahkan sama sekali
menghilangkan ciri khasnya. Phew, I wish I could had hangover to forget
those lame The Hangover sequels.




No comments:
Post a Comment