Pages

Wednesday, June 26, 2013

THE CALL

By : Andri Ansyah

Director : Brad Anderson
Casts : Halle Berry, Abigail Breslin, Morris Chesnut, Michael Eklund, Michael Imperioli, David Otunga, Evie Thompson
Genre : Thriller
Duration : 94 Minutes
Year : March 2013

Setiap hari banyak telepon yang diterima operator 911 di LAPD (Los Angeles Police Department) yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi oleh orang banyak baik itu yang kecil maupun yang besar. Mereka diharuskan sigap dalam merespon setiap telepon yang masuk, mencatat semua detail, & meneruskannya ke pihak yang berhubungan dengan masalah si penelepon tersebut. Temui Jordan Turner (Berry) seorang operator yang telah menerima telepon dari Leah Templeton (Thompson) yang rumahnya dimasuki oleh seseorang yang tak dikenal. Berkat tuntunan Jordan dari telepon Leah berhasil lolos dari bahaya tersebut. Tapi sayang karena suatu hal Leah kemudian menjadi korban pembunuhan yang membuat Jordan dihantui terus oleh perasaan bersalahnya. Beberapa bulan kemudian Jordan telah menjadi trainer bagi operator operator baru. Disaat sedang menjelaskan job desk kepada sekumpulan karyawan baru, ia harus menghandle sebuah telepon yang tidak bisa dihandle oleh seorang operator. Dari telepon tersebut diketahui bahwa sang penelepon Casey Welson (Breslin) yang menggunakan "telepon sekali pakai" kepunyaan temannya telah diculik oleh seseorang yang tak dikenal dari sebuah mall. Apakah Jordan bisa membantu Casey keluar dari marabahaya tersebut?
 
Well, gak disangka... Ternyata film ini bisa menyajikan alur cerita yang menegangkan dari awal hingga mendekati ending. Walaupun ada beberapa teman yang gak suka dengan endingnya, tapi menurut saya lumayan bisa diterima.  Interaksi antara Jordan & Casey diteleponlah yang membuat film ini tampil menegangkan & menarik. Bagaimana cara Jordan membuat Casey untuk tetap bisa bertahan melalui teleponnya, melakukan hal hal yang diluar kebiasaannya untuk membuat aksi penculikan itu gagal sangat menarik untuk disimak. Dan dari percakapan & adegan adegan yang melibatkan Jordan & Casey tersebut saya rasa akan sangat berguna bagi kita para penonton apabila hal tersebut mungkin terjadi di kehidupan nyata. Selain itu disini dibahas juga mengenai "telepon sekali pakai" yang mungkin nanti setelah nonton film ini anda akan berpikir dua kali untuk memakainya, fakta yang menarik.
 
Film ini disutradarai oleh Brad Anderson yang sebelumnya membesut Transsiberian & The Machinist. Bagaimana dengan castsnya sendiri? Halle Berry tampil bagus & meyakinkan sebagai seorang Jordan mantan operator telepon yang mempunyai trauma akibat kejadian di masa lalunya & berusaha untuk memperbaikinya dengan cara menolong Casey. Abigail Breslin tampil lumayan bagus juga sebagai Casey, korban penculikan yang mendapat bimbingan dari Jordan. Michael Eklund tampil lumayan sebagai Michael Foster sang penculik yang sakit jiwa. Untuk casts lainnya saya rasa tampil pas aja pada porsinya masing masing.

So bagi kalian yang suka dengan thriller menegangkan, film ini layak ditonton.

PASSION

By : Andri Ansyah

Director : Brian de Palma
Casts : Rachel McAdams, Noomi Rapace, Karoline Herfurth, Paul Anderson
Genre : Thriller erotic
Duration : 94 Minutes
Year : February 2013

Film ini adalah remake dari film perancis yang berjudul Love Crime. Apa yang akan anda lakukan jika rekan kerja anda menghianati anda di tempat anda bekerja? Apakah anda diam saja, mencari cara untuk membalasnya atau justru mencari jalan keluar yang terbaik?
Inilah yang terjadi kepada Isabelle James (Rapace) seorang eksekutif muda yang bekerja di perusahaan periklanan yang dipimpin oleh Christine (McAdams). Isabelle adalah asisten dari Christine, ia bertugas mencari ide ide baru untuk diaplikasikan ke dalam produk iklan yang akan dibuat oleh perusahaan itu. Disaat Isabelle menemukan ide yang baru, belakangan idenya tersebut diambil oleh Christine. Merasa seperti ditusuk dari belakang oleh bossnya ia mencoba bersabar, tapi makin lama ia malah dipermalukan oleh bossnya. Disaat itulah Isabelle mulai tergantung dengan obat obatan, belum lagi perselingkuhannya dengan suami Christine yaitu Dirk (Anderson) yang membuat masalah tambah rumit. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
 
Jika dilihat dari judulnya, film ini mengarah ke tema thriller erotis, tapi apakah benar begitu? Setelah melihat posternya juga mungkin disini McAdams & Rapace akan menjadi pasangan lesbian. Tapi apa yang terjadi? Dua duanya tidak terjadi disini. Kalau memang menjurus ke thriller erotis pastinya akan ada scene scene hot yang melibatkan Isabelle & Christine yang akan berkesinambungan dengan plot ceritanya, tapi ternyata tidak ada, yahhhh kecewa deh hehehe. Disini Isabelle hanya menjadi korban dari Christine yang menginginkan ia gagal di pekerjaannya tanpa ada alasan yang jelas kenapa ia berbuat begitu. Hanya asisten dari Isabelle yaitu Dani (Herfurth) yang mengerti & kadang membantunya. Setelah hampir sejam dibuat boring, terjadilah peristiwa itu...........
Pupus sudah harapan..... XD


Penampilan Castnya bisa dibilang biasa aja, gak lebih dari itu. Rachel McAdams menampilkan sosok wanita karir sukses yang manipulatif, licik, mempesona & nanggung dalam berbusana. Noomi Rapace disini justru masih tampil berani seperti di The Girl With the Dragon Tatto, aktingnya biasa aja.

BLOOD

By : Andri Ansyah

Director : Nick Murphy
Casts : Paul Bettany, Stephen Graham, Mark Strong, Brian Cox, Ben Crompton
Genre : Thriller
Duration : 92 Minutes
Year : 2013

Bagaimana jika suatu hal yang gak diinginkan terjadi di pekerjaan kamu? Apakah berusaha mencari jalan keluarnya? Atau mencoba untuk.menutupinya? Inilah yang terjadi kepada Joe Fairburn (Bettany) yang karena emosi membunuh Jason Buleigh (Crompton) yang adalah tersangka pembunuh dari seorang gadis yang sedang ia selidiki bersama saudaranya juga yang adalah polisi yaitu Chrissie Fairburn (Graham). Merasa panik & bingung, mereka mencoba menutup nutupi kejadian ini, sementara rekan mereka Robert Seymour (Mark Strong) juga sedang menyelidiki kasus pembunuhan tersebut. Apakah yang terjadi selanjutnya?
 
Sebuah film thriller yang membahas tentang kehidupan dari sepasang polisi bersaudara yaitu Joe & Chrissie, karena mereka bersaudara, mereka terlihat kompak saar menjalankan tugas walaupun mereka punya sifat yang berbeda satu sama lainnya. Keberadaan mereka di kepolisian sepertinya karena ayah mereka Lenny Fairburn (Cox) yang telah pensiun adalah bekas orang penting disana. Pembahasan mengenai hubungan ayah & anak juga bisa disimak disini, begitu juga dengan kehidupan Joe yang telah berkeluarga & Chrissie yang akan menikah. Semua berubah jadi kacau ketika terjadi peristiwa yang dilakukan oleh Joe karena ledakan emosinya yang juga membawa Chrissie kedalamnya.
 
Sayangnya penyelidikan tentang siapa yang membunuh gadis tersebut sepertinya terlalu gampang terpecahkan misterinya oleh mereka, begitu juga cara bagaimana Joe berusaha menutupi kejadian yang ia lakukan, disini ia terlihat banyak menangis & menyesal atas apa yang ia perbuat tersebut, too bad. Sepertinya ia sudah desperate dengan kejadian itu. Penampilan castnya bisa dibilang biasa saja, gak ada yang spesial walaupun ada Mark Strong & Brian Cox disini. Penampilan Paul Bettany terlihat lumayan aja sebagai polisi desperate yang harus berhadapan juga dengan keluarganya.

Tuesday, June 18, 2013

MAN OF STEEL

By : Daniel Effendie
 
Lois Lane: What’s the S stand for?
Clark Kent: It’s not an S. On my world it means hope.
Lois Lane: Well, here, it’s an S.
Clark Kent: (Giggles)
Lois Lane: How about Super….
(Microphone Feedback)
Clark Kent: Excuse me


Directed By: Zack Snyder
Cast: Henry Cavill, Amy Adams, Michael Shannon, Kevin Costner, Russell Crowe, Diane Lane, Laurence Fishburne
Synopsis:
Clark Kent selalu merasa berbeda dari anak- anak seusianya. Dia memiliki indera yang lebih tajam serta kekuatan yang melebihi kekuatan manusia biasa. Jonathan Kent, pria yang diyakini selama ini merupakan ayah kandungnya menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya bukanlah dilahirkan dari buah kasih kedua orangtuanya. Namun ditemukan di dalam sebuah benda yang jatuh dari langit.
Selama beberapa tahun Clark mengembara untuk mencari jati dirinya. Hingga dia sampai di Antartika dan menemukan bahwa nama sebenarnya adalah Kal- El, anak Jor- El. Kal berasal dari Planet Kripton yang sudah hancur. Sinar matahari, atmosfir, serta tingkat gravitasi bumi yang berbeda dari planet asalnya membuat Kal menjadi seorang manusia super di bumi.
Pada saat yang sama seorang tahanan militer Planet Kripton, General Zod, beserta kroni- kroninya berhasil lolos dari penjaram Phantom Zone. Dan mencari Kal ke berbagai sudut tata surya hingga menemukannya di bumi. Zod bermaksud menjadikan bumi sebagai Kripton yang baru yang otomatis membunuh umat manusia.
Kini tinggal Clark yang berdiri di antara ambisi Zod serta keselamatan umat manusia.
Review:


Jika ditanya sebutkan karakter superhero yang paling dikenal seluruh dunia harus dijawab secara spontan sebagian besar orang akan menyebut Superman. Tidak salah memang. Terlepas dari lambang simbolisasi kedigdayaan amerika dan agama yang dianut duo kreator, Superman merupakan superhero paling terkenal sejagad raya. Orang tinggal di desa pun pasti tahu Superman meskipun gak ngerti asal- usul maupun ceritanya. Kenapa saya bilang simbolisasi kedigdayaan amerika? Well, his suit is red and blue (Sama seperti kebanyakan jagoan Amerika lainnya; Spider-Man, Captain America, Optimus Prime(?)) Kuat, punya banyak kekuatan, dan pada awal- awal cerita komiknya tidak memiliki kelemahan sebelum akhirnya Kryptonite diperkenalkan lewat sandiwara radio, The Adventures of Superman pada tahun 1943. Tanpa bermaksud menyinggung masalah SARA, banyak ahli teologi dan linguistik yang percaya bahwa nama Kal-El memiliki kesamaan dengan bahasa Hebrew yang berarti “Voice of God”. Sebagian besar nama malaikatnya menggunakan akhiran “El” (GabriEL, AriEL, AzazEL, AzraEL, DaniEL, dll.). Anyhow, this is still one of my favorite superhero.
Superman juga dipercaya sebagai pembuka jalan bagi superhero- superhero baru yang lahir pada era setelahnya yang lebih memfokuskan pada satu kekuatan saja.


Telah banyak aktor- aktor yang memerankan Superman baik itu versi film layar lebar, sandiwara radio, animasi, maupun versi film serinya. Dan dari semua nama aktor yang pernah memerankannya, nama Christopher Reeves lah yang dinilai paling pas memerankan Superman. Dia dengan piawai mampu menonjolkan sisi heroik Superman sekaligus Clark Kent yang canggung. Hal ini lah yang coba diulangi ketika Superman Returns dibuat. Brandon Routh dinilai kurang maskulin dan aksi tarung fisikpun kurang begitu memuaskan.
Belajar dari kesalahan maka trio David S. Goyer, Christopher Nolan, dan Zack Snyder membuat sebuah film Superman dengan universe yang baru. Tidak ingin mengulangi apa yang sudah berhasil disajikan lewat versi Christopher Reeves, Man Of Steel akan membuat Superman lebih membumi dengan story dan pengembangan karakter khas Nolan dan Goyer, serta visualisasi dan adegan laga khas Zack Snyder. Menurut saya ini suatu perpaduan yang bagus mengingat Nolan piawai di bidang story namun lemah di adegan laga sementara Snyder sebaliknya.
Untuk cerita disajikan dengan menarik. Pemilihan teknik flashback dirasa sangat tepat. Terasa di sini Nolan mengulangi apa yang dilakukannya lewat Batman Begins. Timeline masa kini adalah ketika si tokoh utama mencari jati diri sambil mengingat kejadian masa lalu. Chemistry antara Clark dan orangtua angkatnya cukup bagus. Bahkan beberapa adegan cukup mengharukan. Yang mungkin masih perlu digali adalah chemistry antara Clark dan Louis yang terlihat terasa dipaksakan. Adegan “kissing”, yang sudah menjadi kewajiban harus ada pada film superhero yang punya pacar, terlihat cukup klise dan cheesy.


Untuk urusan aksi laga, saya jamin penggemar Superman dan penggemar aksi bombastis akan cukup terpuaskan. Dengan bergaya bay-like action scene, Snyder membuat adegan aksi yang biasanya hanya bisa dinikmati lewat komik dan animasi bisa kita saksikan dengan CGI dan spesial efek yang top ciamik bin cantik. Perang antara Superman dan Zod beserta pasukannya tersaji secara bombastis.
Dari segi casting hampir tidak ada cacat. Henry Cavill sangat pas memerankan Superman vesi baru ini. Badannya mampu terbentuk dengan baik. Amy Adams yang awalnya saya kurang sreg karena terlalu tua untuk jadi pacar Henry Cavill, bermain cukup pas. Meskipun di beberapa adegan tetap kelihatan seperti flirting-an sama brondong. Duo Robin Hood (Costner dan Crowe) mampu memerankan perannya dengan baik. Bisa dikatakan peran terbaik mereka dalam beberapa tahun ke belakang. Yang paling bagus menurut saya adalah Michael Shannon. Dengan berbekal tampang antagonisnya Shannon mampu menghadirkan Zod yang bengis serta cukup mengancam.
Semua itu dibalut dengan musik gubahan Hans Zimmer yang tidak kalah megahnya dengan musik gubahan John Williams 35 tahun yang lalu. Namun yang cukup mengganggu adalah editing di paruh awal film yang kurang bagus. Namun semua itu tetap aja tidak mempengaruhi hasil akhir film ini.
Akhir kata sebagai salah satu penggemar Superman saya cukup puas dengan film ini. Sebuah penantian yang cukup lama atas film Superman yang bagus terbayar sudah. Mudah- mudahan ini akan membuka jalan terealisasinya proyek Justice League dan film- film superhero DC lainnya. Seperti kita ketahui Warner Bros sebagai pemilik hak untuk memfilmkan tokoh- tokoh DC sangat- sangat berhati- hati dan cukup pelit serta pesimis untuk memfilmkan karakter superhero DC.
Oiya sebagai tambahan, Man Of Steel juga menyiapkan trivia Lex Luthor yang diwakilkan dengan tulisan Lexcorp. Batman dengan logo Wayne Enterprise nya. Serta adegan akhir yang saya jamin akan membuat fans- fans Superman bergeliat. Apa itu? Nonton aja ndiri ya….. Up Up and Away….!!!

THE INCREDIBLE BURT WONDERSTONE

By : Andri Ansyah

Director : Don Scardino
Cast : Steve Carell, Steve Buscemi, Olivia Wilde, Alan Arkin, James Gandolfini, Jim Carrey, Mason Cook, Luke Vanek
Genre : Comedy
Duration : 100 Minutes
Year : March 2013

Setelah disuguhi aksi perampokan bank berkedok pesulap di Now You See Me tempo hari, saya baru saja menonton sebuah film yang bertemakan sulap juga yaitu "The Incredible Burt Wonderstone" yang dibintangi oleh para aktor komedian seperti Steve Carell & Jim Carrey. Disini mereka tampil sebagai musuh yang akan menjatuhkan satu sama lain. So here we go....

Kisah dibuka di masa lalu Burt (Cook) saat masih sekolah. Di perjalanan pulang ke rumah ia dikerjai oleh teman temannya. Sesampainya di rumah ia mendapatkan ibunya tidak ada & menonton pertunjukan sulap dari Rance Holloway (Arkin) di televisi. Permainan dari Holloway memukau Burt & kebetulan sekali padari hati itu ia diberikan hadiah ulang tahun dari ibunya berupa alat alat sulap untuk pemula. Setelah ia pelajari & mempraktekannya di sekolah, ia bertemu dengan Anton Marvelton (Vanek) & mereka bersama sama mempelajari sulap.
Cerita beralih ke saat mereka sudah dewasa, kini Burt telah menjadi pesulap terkenal di Las Vegas & mempunyai acaranya sendiri. Teman dari masa kecilnya Anton, kini menjadi asistennya. Burt & Anton bekerja dibawah pimpinan Doug Munny (Gandolfini) pemilik dari hotel tempat pertunjukan sulap mereka tersebut. Pertunjukan mereka selalu sukses & selalu di penuhi penonton. Semua berubah ketika seorang pesulap jalanan bernama Steve Gray (Carrey) mulai yang mempunyai acara sendiri di internet mulai menarik perhatian orang banyak dengan aksi aksi sulapnya yang ekstrim & tentu saja ini berpengaruh pada pertunjukan sulap dari Burt & Anton. Persiteruan Burt dengan Anton juga membawa masalah baru bagi Burt.
So bagaimanakah kisah Burt selanjutnya? 

Terakhir kita lihat Carell & Carrey terlihat bersama di Bruce Almighty, ngelihat penampilan Carell jadi pesulap disini jadi pengen ketawa ngakak XD
Kenapa begitu? Raut mukanya itu gak pantes banget dengan style rambut panjangnya hahahaha. Jadi seperti melihat Lion man. But nevermind that, dibalik penampilannya yang awkward itu Carell disini menunjukan bahwa ia benar benar bisa main sulap, pertunjukan sulap di panggung yang ia lakukan bersama Anton & belakangan Jane (Wilde) salah satu krunya yang direkrut dadakan oleh Burt mampu memberikan pertunjukan yang menghibur. Persahabatan antara Burt & Anton juga mulai goyah karena salah satu atraksi yang mereka lakukan untuk menandingi Steve Gray ternyata diluar rencana mereka. Apalagi boss mereka Doug memutuskan untuk mencari orang lain jika mereka tidak bisa memperbarui pertunjukan mereka. Akhirnya tidak dapat dihindari pertarungan antara Burt versus Steve di ending filmnya nanti dengan persembahan sebuah sulap yang keren & gak disangka sangka.

Steve Carell mampu membawakan perannya dengan baik sebagai seorang entertainer, tapi dibalik itu ia adalah sosok yang menyebalkan, keras kepala & egois. Steve Buscemi juga tampil baik sebagai rekannya di panggung. Untuk Jim Carrey, disini ia tampil cadas, apalagi disertai dengan trik sulap ekstrimnya yang kadang keren & mengerikan. Alan Arkin tampil juga tampil bagus sebagai mantan pesulap yang nantinya akan membantu Burt. Bagaimana dengan Olivia Wilde? She's so charming!! A smart girl with a hidden talent.
 

So I would like to recommend this movie for those of you magic lovers. Film ini tampil menghibur, lucu & memberitahukan kita betapa pentingnya arti persahabatan itu. Diselingi juga dengan beberapa lagu yang cool. Apalagi single "Abracadabra" dari Steve Miller Band sebagai pembuka pertunjukan sulapnya Burt & Anton, memorable banget tuh lagu hahaha.

V/H/S/2

By : Andri Ansyah

Director : Simon Barrett, Adam Wingard, Eduardo Sanchez, Gregg Hale, Gareth Huw Evans, Timo Tjahjanto, Jason Eisener
Cast : Lawrence Michael Levine, Keisy Abbott
Genre : Horror
Duration : 96 Minutes
Year : 2013

Tape 49 (Simon Barrett)
Kisah dari sepasang penyelidik swasta yaitu Larry (Levine) & Ayesha (Abbott) yang sedang menyelidiki tentang hilangnya seorang mahasiswa. Penyelidikan mereka bermula ketika mereka memasuki rumah dari mahasiswa tersebut dimana disana ditemukan banyak kaset kaset video yang berserakan. Sementara Larry menyelidiki isi dari rumah itu, Ayesha mencoba untuk menonton satu persatu dari video video yang ada disitu untuk mencari clue yang mungkin berhubungan dengan hilangnya anak tersebut. Apakah mereka bisa memecahkan misteri ini? Film film apakah yang ada di video tersebut?
Saya akan membahasnya satu persatu disini dimana keseluruhan film film pendek tersebut di shoot dengan tekhnik "found footage"

Phase 1 Clinical Trials (Adam Wingard)
Segmen pertama adalah kisah dari seorang pria yang sedang menjalani operasi mata karena mengalami kecelakaan. Di salah satu matanya sekarang tertanam kamera yang nantinya akan menjadikan dirinya bahan percobaan dari klinik tersebut. Yang lebih membuatnya kaget adalah bahwa kamera tersebut tidak dapat dimatikan & segala aktivitasnya terekam. Kembali kerumahnya ia mulai menemukan hal hal ganjil yang berhubungan dengan penglihatannya. Dia mulai mempertanyakan apakah yang ia lihat itu adalah kenyataan atau bukan.
Melihat kenyataan yang terjadi pada pasien klinik ini mengerikan juga, hidupnya seperti direkam oleh perusahaan tersebut sampai ke hal hal pribadinya & yang lebih mengerikan lagi ada sesuatu di dalam mata hasil cangkokan tersebut.
 
A Ride in the Park (Eduardo Sanchez)
Segmen ini bercerita tentang seorang anak muda yang sedang bersepeda di tengah hutan, ia memakai sebuah kamera diatas helmnya untuk merekam segala kejadian di perjalanannya. Ditengah perjalanannya ia bertemu dengan seorang wanita yang terluka. Diluar dugaan, wanita tersebut menyerangnya & menyebabkan luka gigitan dilehernya. Apa yang terjadi kemudian? Pemuda tersebut berubah menjadi zombie & mulai memangsa orang orang disekitarnya.
Disini kita melihat bagaimana pemuda yang telah berubah menjadi zombie melalui sudut pandang pertamanya. Menarik juga melihat zombie tersebut beraksi, jadi seperti di video game. Ditutup dengan ending yang gak disangka.

Safe Haven (Gareth H Evans & Timo Tjahjanto)
Segmen ketiga ini menceritakan tentang sebuah tim kru berita yang sedang menyelidiki sekte kepercayaan yang dipimpin oleh Epy Kusnandar. Mereka terdiri dari Oka Antara, Fachry Albar, Hannah Al Rashid & Andrew Suleiman. Penyelidikan mereka akan membawa mereka ke sebuah kejadian yang berhubungan dengan karakter dari Hannah Al Rashid.
Disturbing, bloody gore & Horrifying, inilah kesan yang dirasakan pas melihat segmen ini. Sebuah kerjasama yang baik dari Gareth H Evans (The Raid) dibagian efek aksinya & Timo Tjahjanto (Rumah Dara) dibagian horornya.. Well done guys!!
 
Slumber Party Alien Abduction (Jason Eisener)
Segmen terakhir ini menceritakan tentang sekumpulan anak anak yang sedang bermain dengan anjing peliharaan mereka yang dilengkapi dengan kamera di atas kepalanya. Karena ingin mengetahui apa yang dilakukan kakak salah satu anak anak tersebut waktu berkumpul bersama pacarnya, mereka menyuruh anjing itu untuk memata matainya. Keadaan berubah menjadi kacau saat "sesuatu" yang gak dikenal mencoba menyerang mereka semua.
Segmen ini lumayan aja, ada beberapa adegan yang buat kaget karena sound efeknya. Kedatangan mahluk mahluk tersebut disertai sound yang wah itu keren menurut saya.

And yesss... Dari semua film pendek tersebut, Safe Havenlah yang paling bagus menurut gw, idenya gila emang hahaha. Mungkin Gareth Evans akan berkolaborasi lagi dengan Timo Tjahjanto untuk full versionnya? Let's hope so.

Tuesday, June 11, 2013

AFTER EARTH

By : Daniel Effendie

Directed By: M. Night Shyamalan
Cast: Jaden Smith, Will Smith, Sophie Okenode, Zoe Isabella Kravitz
Synopsis:
Akibat peperangan, bencana alam, serta polusi yang terlalu tinggi, manusia merasa bumi sudah tidak lagi aman untuk dihuni. Untuk itu para ahli mencari tempat tinggal baru bagi manusia dan menemukan sebuah planet bernama Nova Prime. Sialnya Nova Prime dihuni oleh para alien yang memelihara mahluk- mahluk ganas yang disebut Ursa guna membunuh para “penghuni baru” tersebut. Untuk menjaga keselamatan umat manusia, dibentuklah kesatuan ranger yang berisikan orang- orang yang terlatih.
1000 tahun setelah kependudukan Nova Prime, sebuah kapal jatuh di bumi. Hanya sepasang ayah- anak, Cypher dan Kitai, yang selamat dari kecelakaan tersebut. Dikarenakan Cypher terluka cukup parah, Kitai mau tidak mau harus seorang diri berjalan 100 km melintasi bumi untuk mengambil alat suar agar bisa mengirim sinyal SOS ke Nova Prime. Kitai harus waspada, karena bumi kini dihuni oleh hewan- hewan yang sudah bermutasi dan yang lebih parah, pesawat yang ditumpanginya bermuatan seekor Ursa yang kini lepas berkeliaran mencari mangsa.
Review:


Jika disuruh menyebutkan aktor- aktor yang memiliki box office power cukup besar mungkin kita akan menyebut nama Tom Cruise dan Brad Pitt. Iya, apapun filmnya, para penonton akan berbondong- bondong mengantri bioskop hanya dengan melihat nama mereka di poster film. Nama lain yang mungkin terlintas di pikiran kita adalah Will Smith. Sama halnya dengan umumnya para ayah, aktor yang mendapat julukan Mr. July ini akan menggunakan “power” yang dimilikinya untuk mensukseskan anak- anaknya. Mungkin banyak yang menyayangkan Will terlalu mengeksploitasi Jaden karena masih terlalu muda. Namun saya bilang masih wajar, Will mempergunakan kesempatan sebelum masa keemasaannya pudar. Dan lagi Jaden sebenarnya memiliki potensi akting yang bagus.

Kini Will berkolaborasi dengan M.Night Shyamalan, sutradara yang ingin membuktikan bahwa dirinya masih memiliki potensi menjadi sutradara terbaik Hollywood. Sebuah misi yang sudah berulang kali dilakukan namun tidak kunjung berhasil. Memang, Shyamalan dulu dinilai sebagai salah satu sutradara muda berpotensi lewat Unbreakable, Signs, dan tentu saja, The Sixth Sense. Namun paska film- film tersebut Shyamalan menunjukkan kemerosotan kualitas.


Namun sebenarnya sutradara keturunan India itu cukup beruntung masih mampu merilis film- film terbarunya pada musim panas. Apalagi sampai menyutradarai aktor sekelas Will Smith.
Membahas film After Earth, tidak ubahnya membahas film- film Shyamalan lainnya. Pesan yang ingin disampaikan tidak dapat ter-delivered dengan baik. Hubungan father and son yang seharusnya menjadi strongpoint film ini tidak mampu terealisasi dengan baik. Saya tidak melihat chemistry yang terjadi antara Will dan Jaden. Ironisnya, mereka benar- benar ayah dan anak di kehidupan nyata. Jika dibandingkan dengan The Pursuit of Happyness, film yang menjadi debut Jaden Smith tersebut lebih menunjukkan hubungan father and son yang baik dengan chemistry yang kuat.


Penyutradaraan Shyamalan pun jadi semakin kacau. Naskah yang sebenarnya sangat potensial ini malah menjadi berantakan. Adegan- adegan aksinya terasa serba tanggung. Ketegangan yang ingin dibangunpun tidak berhasil sama sekali.
Yang menarik malahan dari segi creature design dan sinematografinya. Yah setidaknya gambaran hewan dan ursanya masih lumayan menghibur. Menurut saya pribadi, ada baiknya jika Shyamalan berusaha belajar lebih baik lagi dalam hal penyutradaraan. Atau memikirkan karir alternatif lainnya. To be a scriptwriter would suit him well.