By : Daniel Effendie
Directed By: M. Night Shyamalan
Cast: Jaden Smith, Will Smith, Sophie Okenode, Zoe Isabella Kravitz
Synopsis:
Akibat peperangan, bencana alam, serta polusi yang terlalu tinggi,
manusia merasa bumi sudah tidak lagi aman untuk dihuni. Untuk itu para
ahli mencari tempat tinggal baru bagi manusia dan menemukan sebuah
planet bernama Nova Prime. Sialnya Nova Prime dihuni oleh para alien
yang memelihara mahluk- mahluk ganas yang disebut Ursa guna membunuh
para “penghuni baru” tersebut. Untuk menjaga keselamatan umat manusia,
dibentuklah kesatuan ranger yang berisikan orang- orang yang terlatih.
1000 tahun setelah kependudukan Nova Prime, sebuah kapal jatuh di
bumi. Hanya sepasang ayah- anak, Cypher dan Kitai, yang selamat dari
kecelakaan tersebut. Dikarenakan Cypher terluka cukup parah, Kitai mau
tidak mau harus seorang diri berjalan 100 km melintasi bumi untuk
mengambil alat suar agar bisa mengirim sinyal SOS ke Nova Prime. Kitai
harus waspada, karena bumi kini dihuni oleh hewan- hewan yang sudah
bermutasi dan yang lebih parah, pesawat yang ditumpanginya bermuatan
seekor Ursa yang kini lepas berkeliaran mencari mangsa.
Review:
Jika disuruh menyebutkan aktor- aktor yang memiliki box office power cukup besar mungkin kita akan menyebut nama Tom Cruise dan Brad Pitt. Iya, apapun filmnya, para penonton akan berbondong- bondong mengantri bioskop hanya dengan melihat nama mereka di poster film. Nama lain yang mungkin terlintas di pikiran kita adalah Will Smith. Sama halnya dengan umumnya para ayah, aktor yang mendapat julukan Mr. July ini akan menggunakan “power” yang dimilikinya untuk mensukseskan anak- anaknya. Mungkin banyak yang menyayangkan Will terlalu mengeksploitasi Jaden karena masih terlalu muda. Namun saya bilang masih wajar, Will mempergunakan kesempatan sebelum masa keemasaannya pudar. Dan lagi Jaden sebenarnya memiliki potensi akting yang bagus.
Kini Will berkolaborasi dengan M.Night Shyamalan, sutradara yang
ingin membuktikan bahwa dirinya masih memiliki potensi menjadi sutradara
terbaik Hollywood. Sebuah misi yang sudah berulang kali dilakukan namun
tidak kunjung berhasil. Memang, Shyamalan dulu dinilai sebagai salah
satu sutradara muda berpotensi lewat Unbreakable, Signs, dan tentu saja,
The Sixth Sense. Namun paska film- film tersebut Shyamalan menunjukkan
kemerosotan kualitas.
Namun sebenarnya sutradara keturunan India itu cukup beruntung masih
mampu merilis film- film terbarunya pada musim panas. Apalagi sampai
menyutradarai aktor sekelas Will Smith.
Membahas film After Earth, tidak ubahnya membahas film- film
Shyamalan lainnya. Pesan yang ingin disampaikan tidak dapat
ter-delivered dengan baik. Hubungan father and son yang seharusnya
menjadi strongpoint film ini tidak mampu terealisasi dengan baik. Saya
tidak melihat chemistry yang terjadi antara Will dan Jaden. Ironisnya,
mereka benar- benar ayah dan anak di kehidupan nyata. Jika dibandingkan
dengan The Pursuit of Happyness, film yang menjadi debut Jaden Smith
tersebut lebih menunjukkan hubungan father and son yang baik dengan
chemistry yang kuat.
Penyutradaraan Shyamalan pun jadi semakin kacau. Naskah yang
sebenarnya sangat potensial ini malah menjadi berantakan. Adegan- adegan
aksinya terasa serba tanggung. Ketegangan yang ingin dibangunpun tidak
berhasil sama sekali.
Yang menarik malahan dari segi creature design dan sinematografinya.
Yah setidaknya gambaran hewan dan ursanya masih lumayan menghibur.
Menurut saya pribadi, ada baiknya jika Shyamalan berusaha belajar lebih
baik lagi dalam hal penyutradaraan. Atau memikirkan karir alternatif
lainnya. To be a scriptwriter would suit him well.




No comments:
Post a Comment