Directed By: J.J. Abrams
Cast: Chris Pine, Zachary Quinto, Benedict
Cumberbatch, Zoe Saldana, Karl Urban, Simon Pegg, Anton Yelchin, John
Cho, Alice Eve, Peter Weller, Bruce Greenwood
Synopsis:
Setelah markas Starfleet diserang oleh seorang
teroris, USS Enterprise, yang dikomandoi oleh Captain James T. Kirk
ditugasi untuk memburu dan membunuh teroris yang diketahui bernama Khan
tersebut. Dengan dibantu oleh para awak kapal yang diantaranya ada
Spock, Uhura, Bones, Sulu, dan Carol, Kirk menuju planet Cronos tempat
di mana Khan bersembunyi. Ternyata tanpa diketahui dibalik penyerangan
tersebut tersimpan sebuah konspirasi tinggi yang melibatkan Khan. Kali
ini mau tidak mau Kirk harus bekerjasama dengan Khan untuk melawan musuh
yang sama.
Review:
Di jagad per-sain fiksien-an terdapat 2 kubu yang sama- sama kuat dan
memilik franchise favorit yang cukup fenomenal. Yaitu Star Wars dan
Star Trek. Jika yang satu hanya disebut Star Wars Fans, yang satu lagi
menggunakan julukan Trekkies. Perseturuan di antara keduanya memang
sudah cukup terkenal di industri hiburan. Bahkan tidak jarang saya
pribadi mendengar pembelaan dari teman- teman yang berasal dari masing-
masing kubu. Dan tidak jarang menjelek- jelekkan kubu lainnya. Bagi saya
pribadi yang berada di kubu netral hanya memandang perbedaan kedua
franchise tersebut dari genre yang dibawanya. Jika Star Wars menggunakan
pameran aksi laga berbalut special effect, Star Trek menggunakan
pendekatan fiksi ilmiah yang lebih bisa dipahami kaum sci-fi geek
ataupun para trekkies itu sendiri.
Perbedaan inilah yang menjadi dasar penciptaan reebotnya dulu. Oke,
mungkin banyak yang kurang setuju dengan istilah reboot. Banyak trekkies
yang lebih prefer menyebut ini sebagai sebuah alternate universe dari
original franchisenya. Bagi yang sering mengikuti komik- komik US
mungkin sudah tidak asing lagi dengan hal ini. Namun di review ini saya
akan tetap menggunakan istilah reboot.
Bisa dikatakan dalam dunia pe-reboot-an, Star Trek merupakan salah
satu yang berhasil. Why? Karena reboot tersebut mampu menjaring fans-
fans baru yang mungkin tadinya anti atau merasa versi originalnya
terlalu berat. Tidak jarang trekkie- trekkie baru tersebut menyukai
versi Abrams namun tidak suka dengan versi originalnya. Apa sih yang
membuat reboot ini sukses? Penggabungan antara unsur elemen aksi seru,
joke ringan, serta aktor- aktor baru merupakan inti kekuatannya.
Sama halnya dengan The Dark Knight Returns. Jauh sebelum filmnya
dirilis, para fans sudah mampu menebak twist yang disimpan sang sineas.
Jika Nolan dan Cotillard sempat menipu para fans dengan pengakuan palsu,
Abrams tidak mau melakukan hal yang sama. Salah satu hal yang saya
salut dari Abrams. Despite menipu para fans yang sudah mampu menebak,
Abrams memasang nama Khan sebagai karakter yang dimainkan oleh
Cumberbatch. Satu hal yang saya yakini merupakan twist yang disiapkan di
awal. Mengingat di awal film nama karakter yang dipakai adalah John
Harrison.
Dari segi plot cerita, film ini mampu membangun ketegangan dengan
apik. Spesial efek juga bekerja dengan baik. Balutan 3D yang disajikan
cukup berkesan. Depth dan Pop Up nya terasa di beberapa adegan. Sama
halnya dengan film- film reboot lainnya, beberapa tribute dari versi
originalnya sudah disiapkan. Di antaranya adalah kemunculan bangsa
Klingon. Sehubungan dengan kemunculan ras alien ikonik tersebut, saya
cukup memberikan acungan jempol bagi tim disain karakternya.
Dari sisi cast, hampir semua cast mampu membawakan karakternya dengan
baik. Pine di sini membuktikan dirinya tidak hanya menjual fisiknya
saja. Quinto yang sekali lagi membuktikan dirinya dirinya masih eksis di
dunia layar perak. Pegg, Urban, Saldana, Eve, Yelchin, Cho, dan
Greenwood cukup menjalankan tugasnya dengan baik. Penampilan aktor lawas
pemeran Robocop, Peter Weller juga cukup apik. Ditambah dengan cameo
Leonard Nimoy, sang Spock dari versi originalnya menambah kesan
tersendiri untuk para fans. Dan yang paling menarik memang adalah akting
Cumberbatch sebagai Khan. Untuk memerankan karakter antagonis ikonik
tersebut, Cumberbatch sudah cukup baik. Akting baik dari intonasi,
tatapan mata, maupun gesture tubuh sudah mewakili sosok seorang bad-ass
motherf**er with brains.
Untuk sebuah bagian dari sebuah franchise, Star Trek Into Darkness
sudah cukup menjalankan fungsi- fungsinya dengan baik. Bromance antara
Kirk dan Spock yang dibangun secara sempurna di seri pertamanya kini
semakin digali. Namun sisi negatifnya membuat karakter- karakter
pendukung lainnya terasa benar- benar sekedar tempelan belaka. But it’s
okay. Semua itu terbayarkan dengan gambaran Khan yang nyaris dibawakan
sempurna oleh Mas Sherlock Holmes.
Overall, Star Trek Into Darkness menjadi satu kemasan sempurna akan
terobosan baru sebuah franchise legendaris. Menambahkan unsur- unsur
marketable baru tanpa mengurangi esensi- esensi yang menjadi trademark
seri orginalnya. It’s a good way to reboot a legendary franchise.




No comments:
Post a Comment