Directed By: Justin Lin
Cast: Vin Diesel, Dwayne Johnson, Paul Walker, Luke
Evans, Michelle Rodriguez, Gina Carano, Gal Gadot, Sung Kang, Ludacris,
Tyrese Gibson, Joe Taslim, Elsa Pataky, Jordana Brewster
Synopsis:
Setelah berhasil merampok 100 juta dollar di Rio,
Dom dan semua anggota timnya hidup tenang dengan bagiannya masing-
masing. Namun kedamaian tersebut terusik ketika Hobbs menghampiri Dom
dan meminta bantuannya untuk meringkus komplotan perampok yang memiliki
skill menyetir yang sangat tinggi. Awalnya Dom tidak tertarik, namun
mengetahui bahwa mantan kekasihnya yang dikira sudah tewas, Letty,
ternyata masih hidup dan ikut ambil bagian di sana, Dom terpaksa harus
memanggil seluruh krunya dan membantu Hobbs meringkus komplotan yang
dipimpin oleh seorang mantan tentara bernama Owen Shaw.
Review:
Di samping Iron Man 3 dan Man Of Steel sepertinya ada satu film summer lagi yang kerap menjadi bahan perbincangan di Indonesia. Film tersebut adalah installment kelima dari aksi balap- balapan pembalap jalanan asal LA, The Fast and The Furious. Pasalnya film tersebut turut diperkuat oleh salah satu aktor Indonesia yang mulai dilirik publik internasional ketika turut membintangi film The Raid tahun lalu. Ya, dia adalah Joe Taslim. Bahkan nama JT lebih menarik perhatian dibandingkan nama- nama pemeran utamanya seperti trio Diesel, Walker, dan Johnson. I mean, itu di Indonesia maksudnya.
Sebagai kiprah perdana di perfilman Hollywood, JT bermain cukup baik.
Meskipun hanya sebagai henchman, namun karakternya dibuat cukup
menarik. Dirinya beruntung memiliki wajah etnis Tiong Hoa, sehingga
untuk masuk ke industri Hollywood masih lebih mudah jika dibandingkan
memiliki wajah melayu. You know, di Hollywood wajah Tiong Hoa bisa
berperan menjadi orang Jepang, Cina, dan negara- negara Asia Timur
lainnya yang lebih sering dibuatkan karakternya di sebuah film
dibandingkan orang Melayu. Lebih hebatnya lagi di sini karakter Jah
sepertinya digambarkan sebagai orang Indonesia, mengingat dirinya sempat
mengucapkan kalimat berbahasa Indonesia. Well, I give you a credit for
that Justin Lin.
Aktor- aktris pemeran lainnya cukup baik. Mereka cukup berperan
sesuai porsinya masing- masing. Diesel berperan sebagai pimpinan
kelompok yang karismatik. Walker sekali lagi membuktikan dirinya masih
cukup eksis karena memiliki andil di franchise film besar. Johnson yang
keliatan lebih enjoy berakting dibandingkan filmnya yang juga sedang
beredar, Snitch. Duet Ludacris dan Gibson cukup bagus memberikan sisi
komedi di film ini. Kang yang sepertinya makin menunjukkan peningkatan
(yang tidak signifikan) dalam berakting. Brewster yang terlihat semakin
tua dan tidak semenarik dulu lagi. Evans juga cukup bisa tampil sebagai
sosok antagonis yang cukup menyebalkan. Gadot, Carano, dan Pataky yang
cukup memberikan kesejukan di mata. Yang cukup terlihat meningkat adalah
kemampuan akting Rodriguez di sini.
Untuk segi adegan aksi cukup menegangkan. Hampir semua adegan aksi
yang ditampilkan cukup seru. Meskipun hampir semua sudah ditunjukan
secara sekilas di trailernya namun masih tetap mampu menjaga intensitas
ketegangan. Justin Lin sebagai sutradara juga cukup bisa memberikan
sebuah breakthrough dari franchise yang melahirkan trend modifikasi
mobil dan neon di kolong mobil ini. Setelah kegagalannya menyutradarai
seri ketiganya, Lin cukup beruntung masih dipercayai melanjutkan seri
ke-4 yang ternyata dinilai positif berbagai macam pihak. Selain
dikarenakan waktu itu bisa membawa kembali pemeran- pemeran utamanya,
film ke-4 dianggap memiliki peningkatan yang cukup dalam hal cerita dan
action. Di film kelimanya pun, Lin cukup pintar memilih skrip yang
awalnya diperuntukkan untuk sekuel Italian Job, Brazilian Job. Sehingga
menjadikan film tersebut perpaduan antara street racing dengan Ocean’s
Eleven.
Namun untuk film keenamnya ini dari segi cerita cukup kedodoran di awal. Tempo terasa sangat lambat di awal sehingga cukup membuat jenuh. Namun semua terbayarkan dengan aksi seru kebut- kebutan ditambah dengan martial art fighting dari JT dan Carano.
Meskipun begitu, film ini cukup menjaga kontinuitas sebuah franchise.
Satu lagi nilai jual Fast and Furious. Di mana semua seri saling
terkoneksi. Seperti halnya film ini yang setidaknya memiliki keterikatan
langsung dengan seri 3,4, dan 5. Dengan cerdik Lin menyulap seri ketiga
yang dinilai sangat worthless menjadi cukup memiliki arti. Jadi buat
yang ingin nonton, sebaiknya sebelumnya nonton dulu seri 1 sampai 5 nya
biar lebih “nendang”. Hal positif lainnya yang membuat film ini cukup
menarik adalah interaksi antar karakter protagonisnya yang terlihat
natural dan dikembangkan cukup baik.
Well, at the end, film ini sangat saya rekomendasikan. Selain
dikarenakan faktor JT nya, film ini cukup menghibur. Dan jangan beranjak
dari kursi, karena Justin Lin mempersiapkan adegan yang cukup
menggelitik rasa penasaran kita akan sekuelnya nanti. So…. Ride or Die!




No comments:
Post a Comment